Wakaf Bangun Rumah Tahfidz Pertama di Girimulyo

Sahabat Dermawan, mari bantu bangun Rumah Tahfidz Sinau Bareng. Setiap ayat yang dibaca berulang-ulang oleh penghafal Qur’an Insya Allah mengalir juga amalannya untuk para pemberi sedekah!

Wakaf Bangun Rumah Tahfidz Pertama di Girimulyo

Target

0 0

0%
0 31 hari tersisa
Rp
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 250,000

Wakaf Bangun Rumah Tahfidz Pertama di Girimulyo

Update : 19 Mar, 2022


Salah satu yang menjadi golongan terbaik diantara manusia adalah orang-orang yang senantiasa mempelajari al quran dan mengamalkannya. Maka tentu saja banyak sekali orang-orang yang dengan keras bisa membaca quran, kemudian dapat menghapalkan hingga bisa diterapkan dalam kesehariannya bahkan hingga membangun rumah quran agar semakin banyak lahirnya hafidz dan hafidzah. Kemudian, sudah sejauh mana langkah kita dalam mempelajari al qur’an?

Rumah Tahfidz Sinau Bareng adalah satu-satunya Pondok Penghapal Quran yang terletak di Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta. Rumah Tahfidz ini didirikan oleh Bu Ning dan sang suami. Hingga saat ini sebanyak 38 santri dan 10 orang pengajar melakukan kegiatan belajar dan mengajar setiap hari Senin hingga Rabu mulai pukul 12.30 sampai 15.50 WIB.

5c91fdd373947d35d66156c968d00ed7.jpg

Para santri selama ini tidak pernah dikenakan biaya untuk seluruh kegiatan di Rumah Tahfidz Sinau Bareng. Hal ini mempertimbangkan pekerjaan dari sebagian besar para orangtua yang mempunyai pekerjaan sebagai buruh serabutan. Niat Bu Ning sangat mulia, yang penting para santri bisa dengan nyaman belajar quran.

“Tidak dikenakan biaya apa-apa mba, para santri sudah mau belajar disini juga alhamdulillah. Karena ini kan benar-benar rumah tahfidz pertama dan satu-satunya di Girimulyo, pekerjaan orang tua santri hanya buruh serabutan. Yang utama anak-anak mau datang untuk belajar Quran sudah cukup. Untuk kebutuhan rumah tahfidz insyaAllah nanti dicari bersama, ada jalannya, semoga Allah mudahkan.”, cerita Bu Ning.

f1c9b1cf0bf246b7395e9b4b656b7cd4.jpg

Bangunan dari rumah tahfidz ini sangat sederhana, hanya terdiri dari batako dan semen dengan penyangga kayu di bagian sampingnya. Sedangkan untuk lantainya sebagian masih dari semen dan sebagian lainnya menggunakan keramik. Untuk luas bangunannya sendiri 6 x 7 meter saja. Dan apabila musim penghujan tiba, sebagian airnya masuk dari sela-sela kayu yang menyanggah sehingga bocor dimana-mana.

Ruangan itu terbilang sempit, maka tak jarang para santri harus duduk berdesak-desakan. Belum lagi kondisinya gelap. Tentu saja hal itu tidak nyaman untuk para santri saat harus belajar. Dan apabila tiba waktu solat, maka para santri harus keluar untuk menunaikan solat berjamaah. Diatas rumput yang dialasi terpal biasanya mereka melakukan solat dan juga murojaah hafalan secara bergiliran.

“Iya biasanya anak-anak belajar di rumput-rumput, senyaman mereka aja lah mba hehe, wong ruangannya juga seadanya gini ya. Sempit sama gelap”, Bu Ning bercerita sambil tertawa.

b8d702f5bddeb3de5ed252345e6b5e43.jpg

Fasilitas dari Pondok Tahfidz Sinau Bareng juga tidak memadai. Tempat untuk wudhu pun dibuat seadanya. Air untuk berwudhu ditampung di kendil tanah liat. Jika ada yang mau berwudhu, para santri harus bergantian membawa air dari sumber air ke kendil memakai ember. Selain itu tempat wudhu yang terbuka juga tentunya tak nyaman untuk para santri putri karena aurat akan rawan terlihat. Biasanya jika ada santri putri yang sedang berwudhu, ada yang akan membantu untuk menutupi sekelilingnya dengan kain jarik agar aurat tak terlihat.

Banyak harapan dari Bu Ning agar kedepannya bisa menyediakan tempat yang layak jika ada santri yang ingin mondok/tinggal di rumah tahfidz tersebut. Selain itu, Bu Ning juga sangat berharap dapat memberikan upah yang cukup untuk para pengajar. Saat ini para ustadzah yang mengajar dibayar sukarela, seringkali tak dibayar karena tak ada biaya. Jika dibayar pun biasanya hanya Rp100.000 per bulan. Penghasilan tersebut tentu tak menutup bensin/transport yang dikeluarkan para pengajar, tak sedikit pengajar yang berasal dari kota rela menempuh lebih dari 25km memakai sepeda motor demi mengajar para santri.

577af175c072cb83b6ecce74493ce74c.jpg

Insya Allah tim Aksi Cepat Tanggap Kulon Progo akan membantu membangun Rumah Tahfidz Sinau Bareng menjadi lebih layak dan nyaman, sehingga para generasi qurani dapat lebih semangat dalam mempelajari ilmu agama.

Rumah Tahfidz ini insya Allah akan bermanfaat untuk sekitar 70 santri. Rencananya akan dibangun asrama untuk para santri sehingga dapat lebih fokus dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur'an. Pengurus rumah tahfidz juga bersepakat untuk membebaskan biaya belajar mempertimbangkan bahwa sebagian besar santri berasal dari keluarga pra-sejahtera.

“Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia… Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli Qu’ran (orang yang membaca atau menghafal Qur’an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad)"

Sahabat Dermawan, mari bantu bangun Rumah Tahfidz Sinau Bareng. Setiap ayat yang dibaca berulang-ulang oleh penghafal Qur’an Insya Allah mengalir juga amalannya untuk para pemberi sedekah!

Berikan wakaf terbaikmu dengan cara:

1. Klik Wakaf Sekarang
2. Masukkan nominal wakaf
3. Masukkan informasi pelengkap lalu pilih metode pembayaran seperti Transfer Bank BNI/Mandiri/BCA/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Wakaf Sekarang
5. Dapatkan laporan wakaf via email dan atau whatsapp yang telah dicantumkan

Jangan lupa infokan projek wakaf ini ya,
Salam hangat!


*dengan berwakaf melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan