Wakaf Perahu Ambulans untuk Bantu Kesehatan Warga Pulau di Jawa Timur

Sungguh sulit warga pulau mendapat akses kesehatan yang layak. Contohnya di Mandangin, dimana 40 persen pasien yang butuh penanganan darurat meninggal karena sulitnya menyeberangi pulau. Yuk hadirkan ambulans perahu untuk bantu atasi masalah ini!

Wakaf Perahu Ambulans untuk Bantu Kesehatan Warga Pulau di Jawa Timur

Target

0 0

0%
0 11 hari tersisa
Rp
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 250,000

Wakaf Perahu Ambulans untuk Bantu Kesehatan Warga Pulau di Jawa Timur

Update : 23 Aug, 2021


Mari tengok fasilitas kesehatan warga pulau

Kali ini tim Global Wakaf Surabaya akan mengajakmu berkunjung secara virtual ke Pulau Mandangin, Sampang, Madura. Dengan membaca cerita ini, kamu akan mengetahui seperti apa rasanya menjadi warga pesisir pantai di pulau kecil yang cukup terisolasi dari pulau-pulau besar lainnya ini.

Pulau Mandangin terletak di antara Pulau Jawa dan Madura. Luas pulau ini nyatanya sekitar 1.650 km2 dengan jumlah penduduk tak kurang dari 20.000 jiwa. Untuk mencapai pulau di selatan Kabupaten Sampang ini, warga perlu menaiki kapal kayu dengan jarak tempuh 1,5 jam perjalanan. Kapal inilah yang biasa menjadi akses transportasi masyarakat di Pulau Mandangin. Ada pula kapal-kapal kecil milik nelayan, armada untuk para pencari nafkah mendapat penghasilan dari laut.

a50356571784d50b423b0345a7861ac3.jpg

Layaknya kehidupan warga pulau kecil di tengah lautan, fasilitas umum yang dimiliki warga Pulau Mandangin amat terbatas, termasuk fasilitas kesehatan. Hanya ada 1 puskesmas saja di pulau ini, padahal tentu tak bisa memfasilitasi puluhan ribu orang. Sebenarnya, ada 1 lagi puskesmas pembantu, namun jauh lebih kecil dan sangat minim fasilitasnya. Kondisi ini menjadi kesulitan besar bagi warga Pulau Mandangin yang butuh pelayanan medis.

1eba64e8104aa9936eb50b36f5c56f55.jpg

Meninggal di tengah laut

Pak Ahmad Zaini selaku Kepala Puskesmas Pulau Mandangin menceritakan betapa banyak sekali kejadian pasien yang harus dirujuk ke RSUD Sampang karena kondisi emergency berakhir meninggal di perjalanan di tengah laut, sebab sulitnya armada transportasi dari Mandangin ke Sampang.

"Di sini fasilitasnya sangat terbatas, meskipun UGD ada 24 jam, tapi di kondisi-kondisi emergency yang mengharuskan penanganan Rumah Sakit, kami terpaksa merujuk pasien ke Sampang. Sayangnya kami belum memiliki armada yang cepat untuk bisa mengantarkan pasien dengan cepat. Misalnya Ibu yang hendak melahirkan dengan kondisi-kondisi yang harus dibantu dengan peralatan medis yang memadai yang kami tidak punya. Harus dirujuk ke Rumah Sakit atau ke RSUD Sampang. Sedangkan perjalanan kapal bisa 1,5 sampai 2 jam."

"Apalagi ketika malam, ombaknya sangat besar, anginnya juga besar. Apalagi kalau malam tidak ada yang berani berlayar. Kalaupun ada harus menyewa kapal 800ribu-1juta. Kalau orangnya mampu (secara ekonomi) bisa, kalau ngga mampu, tidak mungkin bisa. Harus menunggu besok pagi," ujar Pak Zaini.

703117988c585f2e7dd3333334f2299b.jpg

Minimnya alat kesehatan di pulau

Hal senada diceritakan Abdullah Sa’bana, perawat yang bekerja di Puskesmas Pulau Mandangin. Beliau sendiri pernah menangani kondisi bayi usia 7 bulan yang terkena pneumonia dan harus segera dirujuk ke RSUD Sampang karena kondisinya sudah memburuk. Oksigen di Puskesmas Mandangin tak cukup untuk mengatasi kondisi emergency pasien.

Tengah malam dengan ombak yang besar, puskesmas menyewa sebuah kapal untuk mengantarkan sang bayi ke RSUD Sampang. Tapi Allah berkehendak lain; belum sampai kapal merapat ke Pelabuhan di Sampang, sang bayi menghembuskan nafas terakhirnya di atas kapal.

52ee945a6bd6757a2acc2bdf12140408.jpg

Mirisnya kondisi seperti ini bukan hanya terjadi sekali dua kali. Pak Zaini menyampaikan bahwa kondisi darurat seperti ini kerap kali terjadi. Bahkan, dalam keadaan seperti itu, tingkat kematian mencapai hingga 40% disebabkan sulitnya armada transportasi antar pulau. Sungguh memprihatinkan.

Ambulans Perahu bisa jadi solusinya

Warga sangat berharap ada kapal cepat atau speedboat yang beroperasi di wilayah ini, agar bisa mengurangi resiko kegawatdaruratan. Speedboat untuk penumpang diperkirakan dapat menyeberangi lautan hanya dalam waktu kurang dari sejam, tentu peluang pasien tertolong akan lebih besar.

Ayo wakaf tunai!

Insyaa Allah, tim Global Wakaf akan berikhtiar maksimal menghadirkan Perahu Ambulans yang akan memudahkan masyarakat sekitar Pulau Mandangin. Perahu ini tak hanya berfungsi menjadi sarana transportasi, tetapi juga dilengkapi fasilitas medis untuk pertolongan pertama, sehingga pasien-pasien dalam kondisi darurat bisa segera mendapatkan penanganan. Untuk mewujudkan harapan ini, kepedulianmu amat dinantikan. Yuk patungan wakaf Perahu Ambulans!

Berikan wakaf terbaikmu dengan cara:

1. Klik Wakaf Sekarang
2. Masukkan nominal wakaf
3. Masukkan informasi pelengkap lalu pilih metode pembayaran seperti Transfer Bank BNI/Mandiri/BCA/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Wakaf Sekarang
5. Dapatkan laporan wakaf via email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa bagikan program wakaf ini ya, kak.
Salam hangat!


*dengan berwakaf melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan