Wakaf Modal Usaha untuk Mak Ecih, Janda Tangguh Penjual Surabi

Mak Ecih, janda berusia 50 tahun masih harus mengurus adiknya yang berkebutuhan khusus sekaligus mencari nafkah. Mari, bantu Mak Ecih dengan Wakaf Modal Usaha terbaikmu!

Wakaf Modal Usaha untuk Mak Ecih, Janda Tangguh Penjual Surabi

Target

0 0

0%
0 65 hari tersisa
Rp
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 250,000

Wakaf Modal Usaha untuk Mak Ecih, Janda Tangguh Penjual Surabi

Update : 11 Jan, 2022


"Saya tetap akan membayar cicilan sesulit apapun. Karena itu sebuah kewajiban yang dimintai pertanggungjawabannya kelak"

Mak Ecih, janda berusia 50 tahun saat ini tinggal di rumah sempit berdinding bambu di atas tanah milik orang lain. Walaupun sehari-hari hanya berjualan serabi dengan penghasilan bersih 25-30 ribu per-hari sebagai penerima manfaat Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (WMUMI) Mak Ecih tidak pernah menunggak bayar dan tepat waktu menyetorkan cicilan.

85e102eebf622a4584e17e42fa2a80a7.jpg

Kini, keteguhan Mak Ecih sedang diuji lagi oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Adiknya yang biasa dipanggil Mimi (pria, 47 tahun) yang sejak kecil berkebutuhan khusus (BK) ditemukan di Rangkas, setelah hilang berhari-hari. Diketahui, tenyata adiknya itu dibuang oleh dua orang dari dalam angkot yang menggotongnya dan menurut saksi mata meninggalkannya begitu saja di pinggir jalan.

cb745fbb3119e80b5f783866dd026ba8.jpg

Mimi kemudian dibawa oleh masyarakat yang menemukannya dan dititipkan di dinas sosial setempat, dengan tubuh yang banyak bekas infusan. Sebelumnya mimi ikut kakaknya Mak Ecih yang tinggal di Tigaraksa, sampai hilang dan akhirnya ditemukan di Rangkas.

Berita yang disebarkan orang-orang melalui medsos tentang orang yang ditemukan di jalan, Sampai juga ke Mak Ecih. Akhirnya Mimi diserahkan ke Mak Ecih untuk dirawat. Sejak merawat Mimi, tubuh Mak Ecih yang kurus dan ringkih karena terforsir akibat sering mengangkut air dari musholla menuju rumahnya, kadang Mak Ecih minta tolong kepada anak-anak untuk mengangkut air, kemudian diberikan upah seadanya, ini harus dilakukan Mak Ecih karena beliau tidak punya sumur dan kamar mandi.

3fbe6a4422cba5d434e98b9c91a5ab19.jpg

Ditambah lagi, ternyata banyak pelanggannya yang mungkin karena tidak nyaman dengan Mimi yang tinggal di rumah Mak Ecih, mereka mengurungkan diri untuk memesan jualannya Mimi. Awalnya, Mak Ecih merasa itu hanya perasannya saja. Tak dinyana, tetangganya bercerita ada kejadian salah seorang pelanggan dari kampung sebelah yang mau memesan setelah melihat ada Mimi yang BK, lalu membatalkan pesanannya saat itu juga.

Mak Ecih tidak mudah menyerah, di sela waktu setelah mengurus Mimi, Mak Ecih mendatangi temannya yang jualan juga dan menawarkan diri untuk menjajakan dagangan agar tetap punya penghasilan. Suatu ketika, pendamping menanyakan, "Kenapa Mak Ecih tetap membayar cicilan dalam kondisi sulit?". Dengan penuh wibawa Mak Ecih menegaskan, "Hutang adalah amanah yang harus ditunaikan dan kalau berusaha insyaallah selalu ada jalannya."

Ketika kami bersilahturrahim, pempers untuk Mimi yang merupakan bantuan dari Dinsos hampir habis. Mak Ecih juga mendapatkan aliran listrik dari tetangganya. Kondisi Mak Ecih saat kami temui pun pucat karena kelelahan dan jarang makan, sulit bagi Mak Ecih untuk membawa air bolak-balik utk membersihkan Mimi, merawat Mimi yang laki-laki juga memerlukan tenaga yang kuat. Karena mengurus Mimi harus mampu memasang pampers, menggantikan pakaian dan melayani kebutuhan Mimi lainnya.

ddda6d5da3fdc4cfe6295a2e50b4f0f0.jpg

Meski kondisi tubuh Mak Ecih lebih kecil dari Mimi dan mulai sering sakit-sakitan, Mak Ecih tidak pernah mengeluh, beliau ikhlas berjuang untuk adiknya di masa tuanya. Mak Ecih kadang sedih melihat Mimi menangis diam-diam. Walaupun BK, Mimi juga mempunyai perasaan kalau ia memberatkan kakaknya. Mak Ecih tidak punya banyak pilihan. Menjalani kehidupan dengan kondisi apa adanya, tetap ikhtiar berusaha dengan modal dagangan orang adalah jalan yang bisa beliau tempuh. Alhamdulillah, masi ada tetangganya yang membantu semampunya.

Mungkin kisah Mak Ecih ini bisa menjadi cerminan untuk kita yang sehat tapi masih mengeluh dan malas berusaha maksimal, padahal Allah telah telah mmenitipkan kita potensi yang luar biasa.

bc58487a021e46776262cd18dd20c5c8.jpg

Saat ini komunitas WMUMI Pabuaran satu, selain sharing menjualkan produk antar penerima manfaat, mereka juga sedang ikhtiar untuk menjalankan program jualan makanan curah repacking, untuk menambah penghasilan Mak Ecih dan kawan-kawan penerima manfaat WMUMI lainnya.

Mari, bantu UMKM yang terdampak pandemi tetap tersenyum dan tegar berdiri. Bantuan wakaf modal usaha darimu akan sangat meringankan beban mereka!

Berikan wakaf terbaikmu dengan cara:

1. Klik Wakaf Sekarang
2. Masukkan nominal wakaf
3. Masukkan informasi pelengkap lalu pilih metode pembayaran seperti Transfer Bank BNI/Mandiri/BCA/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Wakaf Sekarang
5. Dapatkan laporan wakaf via email dan atau whatsapp yang telah dicantumkan

Jangan lupa infokan projek wakaf ini ya,
Salam hangat!


*dengan berwakaf melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan